Rabu, 25 Desember 2013

KREBET

as-salamu 'alaikum wr. wb 
                  KREBET merupakan salah satu pabrik gula yang lokasinya berada di kecamatan bululawang malang. Pabrik ini menjadi salah satu pabrik terbesar se Indonesia karena memang mempunyai sejarah yang terkenang.
                  Secara kronologis pabrik KREBET awal mula dikelola oleh pengusaha-pengusaha mulai dari zaman pemerintahan colonial belanda hingga kembali ke tangan rakyat Indonesia. Secara tidak langsung pabrik inilah yang mendukung kemajuan indonsia, yang dapat menjunjung Negara indonesia sehingga Indonesia terkenal dengan SAUDAGAR GULA dimata dunia walaupun usianya relatif lama yakni lebih dari 100 thn namun bisa bertahan meskipun berbagai gempuran impor datang.
                   Pabrik gula KREBET didirikan pada tahun 1906 oleh pemerintah india belanda yang selanjutnya di beli oleh konglomerat cina OEI TIONG HAM CONCERN.
            Pada saat peperangan kemerdekaan RI, KREBET mengalami kerusakan akibat dari tidak terurusnya manajemen sehingga diperlukan renovasi. Akhirnya KREBET menjadi salah satu badan usaha milik Negara yang dikelola oleh PT. RAJAWALI NUSANTARA INDONESIA. Pada tahun 1968 kapasitas giling pabrik krebet mencapai 1.600 ton tebu perhari. Hal ini memang minimnya peralatan yang dimilikinya. Selanjutnya pada tahun 1975 dilakukanlah pergantian dan perbaikan mesin sehingga kapasitas giling bertambah menjadi 2.000 ton tebu perhari hanya setahun selang setelah perbaikan mesin setahun kemudian tepatnya pada tahun 1976 kapasitas bertambah menjadi 5.000 ton tebu perhari. Mengingat begitu besarnya pabrik ini, jangkauan tidak hanya dari daerah malang saja, tapi banyak yang dari luar daerah malang seperti lumajang, pasuruan, sidoarjo dls.
                  Banyak manfaat dari pengelolaan tanaman tebu, diantaranya:
                  1. GULA (konsumsi serta kebutuhan manusia)
                  2. TETES (pupuk untuk tanaman)
                  3. BLOTONG (pupuk serta penyuburan tanah)
                  Inilah manfaat tanaman TEBU satu kali giling jadi tiga komponen.
                 Sebagaimana pabrik pada umunya KREBET juga memiliki negarif, yakni limbah dan polusi udara menjadi kajian bagi masyarakat sekitar yang menjadi wacana adalah masyarakat yang berada dibawah PABRIK KREBET seperti desa Lumbang sari, Sukonolo, dan Bulupitu. Masyarakat tersebut tidak menggugat pabrik karena limbah-limbah yang berdatangan justru menjadi manfaat penyuburan tanah.
                 Demikian postingan dari saya apabila terdapat kesalahan mohon maaf yang sebesar-besarnya.
was-salamu 'alaikum wr. wb.